Makmur mengungkapkan, metode guru keliling sangat bermanfaat untuk siswa yang akan ikut ujian, sehingga pembelajaran yang didapatkan dapat efekti kembali, namun tetap wajib memenuhi protokol kesehatan.

"Yang mau ujian kita intensifkan daring dan guru keliling, mengingat posisi siswa yang berseberan guru atau wali kelas dapat membagi jadwal mereka masing-masing," ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, mekanisme penilaian di masa pendemik tetap menggunakan metode penugasan, ujian dan ulangan seperti sebelumnya.

"Soal penilaian ujian sekolah, kami mengambil 75 persen dari ujian dan 25 persen tugas-tugas sekolahnya," jelasnya. (B)

Reporter: Eni Eka Wisda