Lebih lanjut Ia mengatakan, setiap keberangkatan kapal pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG terkait cuaca.
"Apabila cuacanya kurang baik maka kami akan menunda keberangkatan kapal. Apalagi akhir-akhir ini cuaca memang sering berubah-ubah," lanjutnya.
Ia menambahkan, meskipun belum mendapat instruksi dari pusat, aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal di Pelabuhan Murhum tetap berjalan seperti biasa.
"Untuk jumlah kapal yang beroperasi masih tetap seperti biasanya. Untuk Pelni reguler sebulan bisa mencapai 35-40 kunjungan kapal. Ditambah Dharma Lautan dan kapal cepat lainnya. Jadi masih normal, belum ada penambahan atau pengurangan armada," tandasnya.
Sebagaimana diketahu, pada tahun 2019 lalu, Pelabuhan Murhum Kota Baubau merupakan pelabuhan terpadat ketujuh se-Indonesia. (B)
