Diketahui, bentrokan pecah karena rakyat Palestina marah atas rencana penggusuran paksa yang dilakukan Israel di tanah mereka yang dicaplok di wilayah Yerusalem Timur.

Pada Jumat lalu, polisi Israel menggunakan peluru karet, gas air mata, dan granat setrum untuk menyerang jemaah di Masjid Al Aqsa setelah para jemaah melemparkan kursi, batu, dan sepatu ke arah mereka karena kesal dengan rencana negara zionis itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (9/5/2021), pasca aksi ini, lebih dari 200 warga Palestina di seluruh Yerusalem dilaporkan terluka.

Sementara puluhan orang dirawat di rumah sakit, lalu tujuh belas petugas keamanan pun terluka dalam bentrokan tersebut.

Kerusuhan kemudian berlanjut hingga akhir pekan ini.