“Pada dasarnya kami dari pihak kecamatan tidak merespons ada jembatan ke situ karena memang dari segi lokasi, posisi dan lainnya tidak memungkinkan dilalui anak sekolah,” kata Surianty saat meninjau lokasi.

Berdasarkan pantauan telisik.id, akses menuju jembatan berupa jalan tanah selebar sekitar satu meter dengan permukaan tidak rata dan kondisi rusak.

Jalan tersebut memiliki turunan yang cukup tajam. Di sisi kiri terdapat aliran sungai kecil yang surut akibat kemarau, sedangkan sisi kanan berupa tanah lebih tinggi yang dipenuhi pohon singkong.

Setelah melewati aliran sungai yang mengering, akses tersebut berlanjut di samping rumah warga hingga menuju halaman belakang SMPN 20 Kendari.

Surianty mengatakan pemerintah tetap membuka kemungkinan perbaikan apabila akses tersebut dibutuhkan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan begitu saja karena jalur tersebut melewati lahan dan area rumah milik warga.