“Kalaupun warga tersebut minta dan bisa bermanfaat untuk orang banyak, kenapa tidak,” ujarnya.
Menurutnya, diperlukan kesepakatan antara pemilik lahan, warga yang rumahnya dilewati, dan pihak sekolah sebelum akses tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh siswa.
“Jadi kami dari pemerintah juga akan tetap memediasi untuk kesepakatan, termasuk sekolah,” katanya.
Ia berharap apabila seluruh pihak memberikan izin, jembatan tersebut dapat dibuat lebih representatif sehingga tidak hanya digunakan siswa, tetapi juga masyarakat.
“Kalaupun pada akhirnya ada izin dari yang punya lahan, sekolah kita bisa buatkan jalan atau jembatan yang lebih representatif, lebih baik dari sebelumnya yang viral itu,” ujarnya.
