"Selain manfaat tersebut, Jembatan Teluk Kendari juga menjadi Landmark/ikon baru kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara," jelasnya.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada di bawah tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan kontraktor pelaksana konsorsium PT PP dan PT Nindya Karya. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 804 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020.

Baca juga: Sulkarnain Belum Izinkan Kendaraan Lalui Jembatan Teluk Kendari

Konstruksi jembatan meliputi jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar.

Imron warga Kecamatan Poasia sangat bersyukur dengan dibangunnya Jembatan Teluk Kendari.