Baca juga: Hari Ini, Sembuh COVID-19 Bertambah 71 Orang dan Dua Meninggal Dunia

Kendaraan yang paling mendominasi kemacetan tersebut adalah roda empat.

Untuk diketahui, pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini, kata Novel, dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 tahun secara multiyears yang dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan 2020 dan memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun.

Jembatan Teluk Kendari memiliki memiliki empat lajur serta terdapat median dan trotoar dengan total lebar jembatan 20 meter.

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lingkup pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan jalan pendekat atau oprit, approach span, side span, dan bentang utama atau main span sepanjang 200 meter yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 800 miliar. (B)