“Saya juga menitip supaya bisa dirawat dijaga hingga ratusan tahun sehingga para generasi kita selanjutnya dapat menikmati,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Sultra, Yohanis Tulak Todingara mengatakan megaproyek yang dikerjakan multi yers sejak 2015 menelan anggaran Rp 800,9 miliar berukuran panjang 1,34 meter, lebar jalan sekira 20 meter dengan empat jalur serta median dan trotoar ditargetkan rampung Juli 2020 mendatang.
Yohanis menambahkan bahwa, saat ini masih ada beberapa pekerjaan yang sementara berjalan, seperti proses pembebasan lahan di sekitar kota lama yang saat ini sudah dibawa di pengadilan.
“Setelah rampung nantinya jembatan ini juga bisa menahan beban kendaraan dengan tekanan maksimal hingga 40 ton,” terangnya.
Reporter: Musdar
