Mantan Asissten Operasi KASAU itu, mengaku punya banyak kenangan di mata air Jompi. Selain, sebagai sumber mata air, Jompi merupakan tempat rekreasi yang sangat terkenal di Bumi Sowite.

Ia sangat prihatin melihat kondisi Jompi saat ini. Keasrian hutan dan jernihnya air, sudah tidak terlihat lagi. Bahkan, Jompi sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang dulunya sangat ramai menjadikan tempat mencuci pakaian dan berenang.

"Kita harus selamatkan mata air Jompi. Karena, bila tidak, 10 tahun ke depan bisa saja kering dan masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih," terangnya.

Untuk menjaga dan melestarikan Jompi, menurut jebolan Akademi Angkatan Udara tahun 1984 itu, dibutuhkan peran semua pihak, termaksud pemerintah kabupaten (Pemkab).

Baca Juga: Sejarah Pertama Kali Perjalanan Haji di Indonesia Pakai Pesawat, Jemaah Bayar Rp 16.691