Peran yang bisa dilakukan adalah melakukan penanganan awal dengan pengerukan lumpur di DAS. Kemudian, dilanjutkan dengan penghijauan kembali hutan di sekitar mata air.
"Saya sangat apresiasi kepedulian warga. Saya secara pribadi akan terus membantu," kata pria kelahiran Muna 8 Mei tahun 1960 silam itu.
Jumadin, warga Jompi menerangkan, aksi pembersihan lumpur telah dilakukan selama dua pekan. Warga bergotong royong membersihkan lumpur. Untuk biaya oprasional dan makan, semua bersumber dari swadaya warga.
"Sudah tujuh tahun, lumpur ini tidak dibersihkan. Insyaallah, ini akan menjadi kegiatan rutin kita setiap minggunya," ujarnya. (B)
Reporter: Sunaryo
