Khusus wilayah hukum Kota Tangerang dan Tangerang Selatan plus beberapa kecamatan dalam Kabupaten Tangerang, berada di bawah Polda Metro Jaya.
Di awal-awal tugas di “Bumi Beribu Santri, Beribu Ulama” itu, ia ditolak lewat demo-demo hanya karena dia non-muslim. Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Quran ‘Daarul Hamiid’ Serang, Ki H. Embay Mulya Syarif, adalah saksi hidup bahwa Sigit membuktikan bahwa dirinya adalah sosok Indonesia yang bekerja cerdas.
Tak kenal menyerah untuk kebaikan. Ia mampu mendekatkan diri dan menembus sekat-sekat hubungan antarmanusia. Hingga akhirnya ia diterima oleh semua kalangan di Banten. Kekhawatiran di awal, malah tak terbukti.
Justru ia dipercaya selama dua tahun memimpin Polda Banten. Kalangan pesantren, santri, ormas, jawara, demikian juga terutama ulama mendukung kepemimpinannya di Polda Banten.
Kini, tiga tahun kemudian, saat menggema kabar Sigit dicalonkan menjadi Kapolri, ia kebanjiran dukungan dari berbagai kalangan di Banten. Selain Ki Embay, juga Ketua MUI Provinsi Banten, K.H. Dr. A.M. Romly dan banyak lagi yang lainnya seperti Ketua MUI Pandeglang, Tangerang dan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Banten memberi dukungan kepadanya.
