K.H. Abuya Muchtadi, kiyai kharismatik yang amat disegani di Banten juga mendukungnya. “Dia pantas menjadi pemimpin Polri. Sebagai rakyat biasa, saya mendukung di belakang saja. Selama memimpin Polda Banten, dia diterima oleh semua kalangan,” ujar kiyai yang selalu rendah hati ini.
Dukungan-dukungan itu harus dilihat sebagai penguat di satu sisi, tapi di sisi lain jelas menantang bahwa dia memang bisa memimpin Polri untuk kepentingan orang se-Indonesia.
Banten, tempat Sigit dulu menjadi Kapolda, adalah miniatur Indonesia. Banten jaraknya cuma sepelemparan batu dari Ibu Kota Jakarta. Apa yang yang membahana di Jakarta akan segera pula terasa getarnya di Banten.
Contoh paling konkret adalah ketika ada suatu gejolak sosial yang ‘dipolitik-politikkan’ seperti tentang perburuhan atau lainnya. Di Banten mayoritas penduduk Muslim sebagaimana mayoritas di Indonesia.
Tapi, Indonesia bukan sekadar Banten. Jauh lebih dinamis dan rumit lagi adalah problematika kesejahteraan yang amat potensial memicu seorang Kapolri menjadi sasaran utama tembak terkait keamanan.
