Atau, bila pemisahan dimulai dari awal pembentukan sampai kepada penentuan anggaran masing-masing. tetapi, semua itu mustahil, karena jelas suatu pengingkaran bahwa manusia itu mahluk ‘standar ganda’, mahluk individu yang juga mahluk sosial berakal dan berhati.

Tak siapa pun mampu mengelak dari politik. Di ruang politik dikelola suatu proses menetapkan kebijakan dalam rangka eksekusi terkait kehidupan warga dalam suatu negara. Indonesia memilih demokrasi sebagai model politiknya.

Demokrasi mengembangkan kebebasan untuk kebaikan bersama dalam tertib yang membatasi para pelaku demokrasi itu sendiri. Tertib dipegang teguh demi menjamin kebebasan seseorang atau kelompok tidak mengganggu kebebasan orang atau kelompok lain.

Realitas hari ini di sini, mulai dari rakyat yang berdaulat sampai kepada para elit yang berperan mengendalikan lembaga politik, di legislatif dan eksekutif, pada tataran pemahaman saja masih payah. Hal ini terjadi sangat dipengaruhi oleh primitivisme pola pikir yaitu ‘syahwat menundukkan’ yang bila diurai ‘terpenting (saya atau kelompok) berkuasa dulu, agar bisa berbuat apa saja”.

Rupanya, ada ‘salah-guna’ terhadap apa yang digambarkan oleh Dhal bahwa, “demokrasi memberikan jaminan kebebasan yang tak tertandingi oleh sistem politik apa pun” (Diamon, 2003: 3). Akibatnya, pesan bahwa “perubahan akan efektif bila dimulai dari pola pikir” dianggap kuno dan cepat-cepat terbunuh oleh ‘instanisme’.