Saat itu, Presiden Science, Yasuaki Aoyama, masih berusia 10 tahun dan terpesona oleh prototipe tersebut. Puluhan tahun kemudian, ia mewujudkan mimpi masa kecilnya dengan teknologi modern berbasis AI dan microbubbles.
Mesin ini bukan barang murah. Harga eceran mencapai 60 juta yen atau sekitar Rp 6,4 miliar per unit. Produksi dibatasi hanya 40–50 unit saja karena dibuat secara handmade, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (10/1/2026).
Beberapa hotel di Osaka sudah memesan unit pertama, dan jaringan elektronik besar Yamada Denki juga membeli satu unit untuk menarik pengunjung ke gerai mereka.
Apakah 'Mesin Cuci Manusia' ini akan menjadi tren masa depan perawatan diri, atau hanya barang mewah eksentrik khas Jepang? Inovasi ini membuktikan bahwa Jepang tak pernah kehabisan cara untuk memadukan teknologi dengan kenyamanan hidup sehari-hari. (C)
Penulis: Merdiyanto
