Pemerkosaan massal membuat dunia jadi mengerikan dan Kaisar Hirohito prihatin dengan dampaknya terhadap citra Jepang.

Sebagai sejarawan hukum Carmen M. Agibaynotes menyatakan, kaisar diduga memerintahkan militer untuk memperluas apa yang disebut stasiun kenyamanan atau rumah bordil militer, dalam upaya untuk mencegah kekejaman yang lebih lanjut.

Dilansir Liputan6.com, Kekaisaran Jepang juga pernah meminta pemerintahan mereka untuk menyediakan jatah satu budak seks (jugun ianfu) bagi tiap 70 prajurit.

Tentara Kekaisaran meminta pemerintah Jepang untuk menyediakan satu wanita untuk tiap 70 prajurit. Dokumen lain dari provinsi Shandong menyebut bahwa tentara Jepang meminta pemerintah menyiapkan setidaknya 500 jugun ianfu alias budak seks.

Wilayah Shandong berada di wilayah pesisir timur China. Pada era perang dunia II, Jepang sempat menduduki provinsi ini hingga mereka kalah di peperangan.