KENDARI, TELISIK.ID - Kenaikan harga telur santer dirasakan oleh banyak masyarakat, bahkan kenaikan bahan pangan tersebut sudah terjadi sebelum adanya kenaikan BBM.
Untuk harga telur saat ini, bagai pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Masyarakat seakan dibuat tidak bernapas dengan terus merangkaknya harga telur. Dari yang sebelumnya naik karena pasokan sedikit, kini diperparah imbas kenaikan BBM.
Dampaknya ikut dirasakan oleh para pelaku UMKM sebagai sektor yang paling mendominasi pertumbuhan ekonomi. Para pedagang dan pelaku usaha kecil yang melibatkan telur dalam produk yang dijualnya, mengeluhkan harga telur sudah sampai Rp 65.000 per raknya yang berisi 30 butir telur.
Seorang pedagang nasi kuning, Mariana menjual menu nasi kuning telur seharga Rp 15.000 per porsinya, ia mengaku tidak berani menaikan harga dagangannya walaupun dengan harga telur yang melambung.
Baca Juga: Beredar Calon Pj Wali Kota Kendari, Usulan Kemendagri Sama dengan DPRD
