Namun, tak lama setelah peluncuran, warganet menemukan kemiripan mencolok antara motif melati pada jersey dengan aset visual atau stock vector yang tersedia secara gratis di platform Magnific.

Sejumlah pengguna media sosial membandingkan keduanya secara berdampingan, menimbulkan tudingan bahwa desain jersey “mengambil” atau terlalu mirip dengan template siap pakai, bukan hasil kreasi orisinal sepenuhnya.

Kritik semakin ramai. Selain isu template, netizen juga mengolok-olok desain tersebut dengan menyebutnya mirip seragam SPPG hingga membandingkannya dengan simbol-simbol tertentu, dilansir dari suara.com jaringan telisik.id, Senin (21/9/2026).

Banyak yang kecewa karena mengharapkan jersey Timnas yang lebih khas dan original dari mitra apparel resmi PSSI.

Hingga saat ini, pihak Kelme maupun PSSI belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan peniruan desain tersebut.