Hamas menegaskan bahwa mereka akan menangani secara serius dan positif setiap perjanjian yang didasarkan pada penghentian agresi secara komprehensif, penarikan penuh, serta pertukaran tahanan. Seorang pejabat senior Hamas membalas pesan teks dari Reuters dengan emoji jempol, ketika ditanya apakah pernyataan Haniyeh merupakan balasan kelompok tersebut terhadap Biden

Baca Juga: Kilas Balik Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni, Simak Deretan Peristiwa Penting dan Tokoh-Tokoh Paling Berpengaruh

Sementara melansir BBC News, sejak gencatan senjata singkat selama seminggu pada bulan November, semua upaya untuk mengatur gencatan senjata telah gagal. Hamas bersikeras menuntut diakhirinya konflik secara permanen, sementara Israel mengatakan siap untuk membahas jeda sementara sampai kelompok militan tersebut dikalahkan.

Direktur CIA William Burns bertemu dengan pejabat senior dari mediator Qatar dan Mesir di Doha untuk membahas proposal gencatan senjata.  

Konflik ini juga mengancam untuk meningkat dengan Hizbullah yang bermarkas di Lebanon, dan Departemen Luar Negeri AS memperingatkan agar tidak terjadi perang besar-besaran. Sementara itu, dua anak termasuk di antara korban tewas yang dibawa ke Rumah Sakit Martir Al Aqsa, salah satu rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di Gaza.