JAKARTA, TELISIK.ID - Program JKN memperkuat fondasi kesehatan nasional melalui cakupan luas, inovasi layanan, dan tata kelola, mendukung pembentukan SDM sehat, produktif, dan berdaya saing Indonesia berkelanjutan nasional.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus menunjukkan peran strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, produktif, serta berdaya saing di Indonesia.
Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa Program JKN telah menjadi fondasi penting dalam sistem perlindungan kesehatan nasional yang berkelanjutan.
"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujar Pujo, dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Jumat (3/7/2026).
Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN tercatat mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Capaian tersebut diikuti peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan yang mencapai lebih dari 725,3 juta layanan sepanjang tahun 2025.
