"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan," kata Pujo.

Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen Universitas Pelita Ibu Dampingi Warga Moramo Utara Manfaatkan Mobile JKN

Penguatan layanan juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, serta Care Center 165, yang didukung jaringan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Pujo juga menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada keberlanjutan.

"Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai capaian tata kelola organisasi. Pada tahun buku 2025, BPJS Kesehatan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, atau 34 kali sejak PT Askes (Persero). Selain itu, BPJS Kesehatan mencatat skor 97,67 pada penilaian tata kelola organisasi, skor 4,01 pada maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC), skor 685 pada Baldrige Excellence Framework (BEF), serta skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," terang Pujo.