"Saya titip extra prudent dan extra hati-hati. Terutama dalam mengendalikan kualitas konten agar tidak menjadi kontra," pesannya.

Kedua, di era media siber sekarang ini setiap orang bisa mengupload sebuah berita. Karenanya, lanjut Nuh, kekuatan media siber ada di personal jurnalistik.

"Kalau dulu media cetak tersentral di redaksi, sekarang media siber langsung cepat terdistribusikan. Sesuatu yang terdistribusi harus ada kepastian. Karena itu pastikan kualitas kawan-kawan jurnalis di JMSI bagus dan menghindari berita-berita hoaks," tegasnya.

Pesan ketiga Nuh, jurnalisme yang baik harus tetap menjadi pegangan JMSI.

"Kita tidak mau ikuti pola Medsos yang mengambil kecepatan. Boleh ambil cepat tapi harus jujur. Para insan pers punya konsekuensi, demikian pula Dewan Pers. Intinya, jangan nambahi perkoro. Ini sifatnya reminding saja. Kalau JMSI masuk wilayah siber maka harus kuasai karakteristiknya. Karena itu JMSI siapkan agenda pelatihan untuk upgrading," tandasnya.