Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden menjelaskan bahwa program perhutanan sosial dibuat agar konservasi hutan disertai terciptanya penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Hal ini penting, karena 34 persen dari seluruh desa di Indonesia berada di perbatasan atau di dalam kawasan hutan.

“Jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor kehutanan. Menafikan hal ini bukan saja tidak realistis, namun juga tidak akan sustainable,” tegasnya seperti dikutip dari keterangan persnya yang diterima Telisik.id, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Tertarik Investasi Hijau di Indonesia, Perdana Menteri Inggris Siapkan Kredit Ekspor

Baca Juga: Bertemu PM Slovenia, Jokowi Soroti Perlakuan Diskriminatif Uni Eropa Terhadap Kelapa Sawit Indonesia