“Kita tahu, pembunuhan terhadap Munir menjadi simbol problem struktural di Indonesia,” ujar Usman Hamid dalam konferensi pers 20 Tahun Pembunuhan Munir yang diadakan di YLBHI, Jakarta, Kamis (5/9/2024), seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Ia menambahkan bahwa pembunuhan Munir tidak hanya terkait dengan satu individu, melainkan juga merupakan upaya sistematis untuk menghentikan perjuangan para korban pelanggaran HAM di Indonesia.

Munir dikenal sebagai salah satu tokoh yang vokal dalam mengadvokasikan hak-hak masyarakat yang terpinggirkan dan mengungkap berbagai pelanggaran HAM.

Kematiannya diyakini bukan suatu kebetulan, melainkan sebuah upaya yang terencana untuk menghentikan suaranya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Sepak Terjang Ekonom Senior Faisal Basri Sebelum Tutup Usia