Jazilul percaya rakyat semakin cerdas untuk mencermati pernyataan Jokowi. Dia pun mengingatkan Jokowi maupun menterinya tidak berkampanye menggunakan fasilitas negara.
“Cuti itu kan normatiff karena hal itu melekat setiap saat. Jadi, rakyat akan memandang bahwa keberpihakan Presiden itu pasti tujuannya untuk melanggengkan kekuasan pihak tertentu,” katanya.
Menyinggung kembali semangat Reformasi yang melahirkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) perihal etika kehidupan bernegara, Jazilul meminta Jokowi dan pejabat negara lainnya tidak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Saya perlu ingatkan kembali kepada rakyat Indonesia, KKN lah yang menyebabkan kesenjangan sosial, ketidakadilan, pemerintahan yang tidak bersih dan berwibawa,” tegas dia.
Beragam kritikan terkait pernyataan Jokowi tersebut memantik respons Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Meutya Hafid. Meutya yang juga sebagai Ketua Komisi I DPR RI, ikut hadir saat penyerahan pesawat C-130J-30 Super Hercules di Lanud Halim Perdana Kusuma.
