Ma’ruf juga menilai, di tengah perkembangan zaman, TNI sebagai benteng pertahanan dan keamanan negara harus mampu menangkal berbagai serangan dan ancaman, baik konvensional maupun nonkonvensional, baik fisik maupun nonfisik seperti disinformasi, kebocoran data, dan radikalisme.

Di sela peringatan HUT ke-78 TNI ini, Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, meneken nota kesepahaman kerja sama (memorandum of understanding/MoU) memperkuat sinergi terutama dalam latihan, operasi, pengamanan, dan pendidikan.

“Tentunya (MoU) itu nanti akan kami laksanakan sesuai dengan derajat kemungkinannya akan sejauh mana, kami akan siapkan untuk itu,” kata Yudo kepada para wartawan.

Baca Juga: Syahrul Seharusnya Tiba di Indonesia 1 Oktober, NasDem: Beberapa Hari Lagi

Terkait Pemilu 2024, Yudo menegaskan bahwa TNI netral. Dia menilai kunci utama kesuksesan pemilihan umum hanya terwujud jika TNI, Polri, dan ASN netral.