JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai memperingatkan tentang tren ekonomi serabutan atau gig economy, terutama terkait sistem kerja berbasis kontrak jangka pendek.

Jokowi menyampaikan kekhawatirannya bahwa gig economy, yang kini semakin marak digunakan oleh perusahaan teknologi seperti Grab dan Gojek, dapat berdampak negatif pada kesejahteraan pekerja jangka panjang di Indonesia.

Menurut Jokowi, jika tidak dikelola dengan baik, tren ini bisa menjadi masalah serius bagi pekerja. Banyak perusahaan yang memanfaatkan sistem gig economy untuk mengurangi risiko ekonomi dengan merekrut pekerja kontrak jangka pendek.

Hal ini dinilai berpotensi mengabaikan hak-hak pekerja yang seharusnya mereka dapatkan, seperti tunjangan dan jaminan sosial.

“Gig economy, hati-hati ini. Ekonomi serabutan, ekonomi paruh waktu. Kalau tidak dikelola baik ini akan jadi tren,” ujar Jokowi dalam pembukaan Kongres ISEI dan Seminar Nasional di Surakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (20/9/2024).