Ini menunjukkan posisi Jokowi kian tak dianggap oleh PDIP pasca berhasil mengendorse dan memenangkan pasangan Prabowo-Gibran, yang sekaligus menyebabkan PDIP mengalami penurunan suara sebesar 2,6 persen berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 ini. Tulisan ini akan menjelaskan peluang Jokowi dan Gibran sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar.

Jokowi Diterima Jika Daftar Kader Golkar

Langkah Presiden Jokowi untuk maju menjadi orang nomor satu di Partai Golkar di yakini kemungkinan besar bakal sulit terealisasi. Sebab, jika dilakukan oleh Presiden Jokowi sepertinya akan munculnya gejolak penolakan dari kader-kader Partai Golkar, jangan lupakan pula penolakan juga dapat berasal dari adanya berbagai kepentingan antar faksi di internal Partai Golkar tersebut.

Partai Golkar memang memperoleh lonjakan suara amat tinggi. Melebihi tiga Pemilu sebelumnya, jika diperbandingkan dengan Pemilu 2024 ini. Perolehan suara Pemilu 2019 saja Golkar diurutan peringkat ketiga dengan 12,31 persen.

Sedangkan sekarang, Golkar baik satu strip, naik satu peringkat urutan perolehan suara terbanyak sebesar 15,29 persen dengan kenaikan suara sekitar 2,95 persen, dari 12,31 di Pemilu Legislatif 2019 menjadi 15,29 persen berdasarkan hasil Pileg 2024 ini.