Kedua, Partai Golkar juga punya kekuatan politik kekeluargaan yang menjadi daya tarik menguatkan perolehan suara dan kursi untuk partai ini. Ketiga, jelas bahwa caleg-caleg Partai Golkar merawat konstituennya yang memperlihatkan banyaknya petahana Partai Golkar yang terpilih beberapa periode Pemilu, dan Keempat, Partai Golkar dalam mengusung caleg, para calegnya memiliki tak sekadar punya modal sosial dan politik tetapi juga modal logistik yang besar.  

Jadi diyakini Partai Golkar meskipun mendapatkan perolehan suara dari Presiden Jokowi dengan efek ekor jasnya. Tetapi Partai Golkar tak akan memberikan tiket secara gratis untuk Presiden Jokowi bergabung dengan Partai Golkar kemudian memperoleh jabatan Ketua Umum Partai Golkar secara cuma-cuma layaknya pemberian hadiah.  

Faktor-Faktor Penolakan Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Golkar

Partai Golkar diyakini memang akan menerima jika Presiden Jokowi bergabung dengan Golkar. Partai Golkar akan menerimanya dengan suka cita, karena memungkinkan akan turut menarik Gibran dan Bobby Nasution untuk turut ikut bergabung dengan Partai Golkar.

Tetapi peluang sebagai Ketua Umum Golkar kecil, jika tak ingin disebut nihil. Sebab, Partai Golkar terlalu banyak faksi di internal partainya. Faksi-faksi itu mempunyai figur-figur yang kuat dengan ketokohan nasional.