"Pandemi, dengan segala dampak yang ditimbulkannya memberi banyak pelajaran kepada kita," imbuhnya.
Dituturkan, pandemi telah membangkitkan rasa krisis dalam dunia farmasi untuk memacu kegiatan riset, mengembangkan inovasi-inovasi, merevitalisasi industri bahan baku obat di dalam negeri hingga memperkuat struktur manufaktur industri farmasi nasional.
Baca juga: Siap-siap Pencairan BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Ini Jadwal dan Kriteria Penerima
Kekayaan keragaman hayati Indonesia, kata Jokowi, harus dijadikan modal dasar dalam kebangkitan industri obat dalam negeri.
"Keragaman hayati harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di bidang kesehatan. Maka obat fitofarmaka juga perlu difasilitasi untuk melewati uji klinis dan standarisasi, sehingga menjadi pilihan pengobatan promotif dan preventif,” tuturnya.
