Penetapan Nawawi sebagai Ketua KPK sementara juga diapresiasi oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman. Dia menilai Nawawi memang layak untuk menduduki kursi Firli di KPK.
Boyamin mengapresiasi kinerja Nawawi yang dianggapnya tidak pernah membuat kontroversi seperti pimpinan aktif KPK lainnya. Nawawi juga dinilai lebih banyak melakukan aksi kerja nyata.
“Contohnya, Nawawi berhasil menjembatani kehendak tim penyidik KPK dalam kasus suap penanganan perkara melibatkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, ketika terhambat konflik kepentingan Komisioner KPK yang lain. Nawawi juga berhasil menaikkan sejumlah perkara rasuah ke tingkat penyidikan dan menghalangi kehendak Filri,” tutur Boyamin di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Khusus pimpinan lainnya, Alexander Marwata, Boyamin menilai kurang tepat karena sering melakukan blunder dan terkesan membela Filri. Kemudian Nurul Ghufron, Boyamin menyebutnya terlibat konflik kepentingan.
Sementara untuk Johanis Tanak, menurut Boyamin, tidak cocok sebab sempat menjalani sidang etik di Dewan Pengawas KPK terkait dugaan membocorkan dokumen penyelidikan perkara korupsi.
