JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, transisi dari energi fosil menuju energi hijau tidak dapat dilakukan segera. Sebab masih ada gap dari sisi pembiayaan.
Saat memberikan pengarahan kepada komisaris dan direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) di Istana Kepresidenan, Jokowi mengatakan, transisi energi memang harus dilakukan seiring perkembangan global.
"Jadi, misalnya khusus untuk PLN memang harus dibuka, bagaimana transisi energi ini bisa dilakukan. Ada target. Misalnya tahun ini harus goal 2022 misalnya, karena tinggal sebulan 2021. (Tahun) 2022 misalnya 5.000 megawatt harus geser dari coal (batu bara) ke bisa hydro power, geotermal, bisa ke solar panel, silakan. Tapi memang sudah ada tahapan-tahapan seperti itu," ujarnya, dilansir Cnbcindonesia, Sabtu (20/11/2021).
Baca Juga: Usul Penegak Hukum Tak Boleh di-OTT, Ghufron: KPK Hadir Sidik Aparat
"Tapi di sini ada gap, yang ini murah dan ini agak mahal, gap-nya ini gimana caranya menyelesaikan karena akan banyak yang namanya investasi," lanjutnya.
