"Video-video tersebut juga dijual lewat medsos tersangka," lanjutnya.
Dari penjualan foto dan video bugil anak di bawah umur tersebut, lanjut Henri, tersangka mendapat keuntungan variatif.
"Untuk foto bugil tersangka menjualnya Rp 25 ribu per foto, sedangkan untuk video dijualnya dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu," bebernya.
Henri mengungkapkan, modus lainnya tersangka juga menghubungi korban-korban tersebut kemudian meminta untuk memajang akunnya untuk meningkatkan popularitas dari akunnya tersebut.
"Setelah dilakukan pendalaman, ditemukan ada sekitar 39 folder yang masing-masing foldernya itu berisi foto maupun video yang memuat konten kesusilaan, dan ini kemungkinan besar kami masih kembangkan, kemungkinan besar masih akan bertambah termasuk tersangkanya sendiri," jelasnya.
