“Gejalanya berupa penurunan volume atau frekuensi urin (oliguria) atau tidak ada urin atau tidak kencing sama sekali (anuria), disertai atau tidak disertai dengan gejala demam atau gejala prodromal lain (batuk, pilek, sesak, muntah, diare),” katanya.
Erwin juga mengatakan, jika ada anak dengan gejala tersebut maka segera periksa ke dokter. Demikian juga kalau kencingnya tidak ada masalah, tapi ada gejala flu, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jangan sampai terjadi gejala lanjut berupa oliguria maupun anuria.
Baca Juga: Dokter Temukan Ini dalam Kasus Ginjal Akut Misterius, Mengerikan
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, jika terjadi sakit apapun pada anak, jangan diobati sendiri, jangan minum obat sirop tanpa petunjuk dari dokter, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga bisa ditangani sejak awal,” tandasnya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, saat ini ada 241 kasus GGAPA yang terjadi di Indonesia. Dari total kasus, sejumlah 133 kematian atau 55% sudah terjadi.
