Pemprov Sultra, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, menargetkan perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pertemuan gagasan dan pengembangan diri.

Baca Juga: Tips Membuat Anak Suka Membaca Buku

"Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran terbuka, inklusif, dan menyenangkan," beber Nur Saleh dengan optimis.

Perpustakaan bukan hanya tempat sunyi yang hanya diisi rak buku, tapi ruang hidup yang memfasilitasi pertumbuhan intelektual masyarakat, dengan melalui berbagai event seperti bedah buku, lomba resensi buku dan bimtek penulisan yang akan diadakan bulan ini.

"Harapannya Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara bisa mencapai ratusan ribu pengunjung di tahun ini," tutupnya. (A)