Rokok, Gelang dan Hutan
Tembakau linting dan gelang merupakan dua hal yang penting dalam proses penjajakan muda mudi di Suku Mairasi. Lelaki dan perempuan Mairasi yang jatuh cinta menunjukkan cinta mereka dengan cara bertukar rokok atau saling memberikan gelang. Selanjutnya bisa ditebak, pria mengajukan lamaran dan untuk menyunting gadis idamannya Ia wajib membayar mahar yang mahal…mahal sekali.
Pria Mairasi boleh menikahi 2-3 perempuan dan menempatkannya dalam satu rumah sekaligus. Bagi perempuan Mairasi, berbagi lelaki bisa berarti meringankan beban perempuan. Sedang bagi lelaki, memiliki banyak perempuan menunjukkan kekuatan mereka.
“Masalahnya jumlah kelahiran anak di suku Mairasi amat kecil, belum ada penelitian soal hal ini,” kata Oktovina.
Hutan sendiri merupakan segalanya bagi suku Mairasi. Hutan tak hanya memberikan ruang bagi kelahiran bayi-bayi anak suku Mairasi, tapi sekaligus menjadi tempat dimana percintaan dilakukan. Pasangan suami istri menuju ke hutan untuk bersenggama, mereka ke hutan untuk mencari makan, ke hutan untuk ritual kematian dan ke hutan untuk kelahiran.
