The United Kingdom[5] merupakan salahsatu contoh negara yang beroperasi dan menerima limpahan material batubara Indonesia (baik dai Jawa maupun Kalimantan). Daftar perusahaan berbendera Inggris di mulai dari Drax Power Ltd, selanjutnya Scottish Power, sebuah perusahaan listrik dan Rundum Holdings. Yang terakhir ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, mereka mengimport, menyimpan dan menyiapkan fasilitas untuk batubara di sejumlah wilayah. Ketiga perusahaan ini--dalam laporan Carolyn—dikategorikan sebagai perusahaan yang tidak cukup jelas melaporkan dampak lingkungan dan dampak-dampak lain yang ditimbulkannya dalam pengelolaan dalam kurun waktu berbeda, 2004-2008.
BHP Billiton dan Churchill Mining, Rio Tinto dan BP yang beroperasi di Kalimantan juga menjadi diskusi lain. Perusahaan-perusahaan raksasa ini menguasai konsensi 355.000 di Kalimantan Tengah (BHP Billiton). Pada 2014, BHP Billiton akan memulai 6 juta ton produksi komersil untuk thermal dan batubara.BHP Billiton juga berencana untuk mengeksploitasi tambang lainnya di wilayah konservasi Heart of Borneo. Rencana ini memerahkan telinga para penggerak konservasi di Indonesia.[6] Churchill Mining beroperasi di Kutai Timur Kalimantan Timur. Sebanyak 20 juta ton produksi thermal batubara telah di mulai pada 2010. Rio Tinto dan BP masuk dalam joint program bersama Kaltim Prima (KPC).
Sejak pertama kali beroperasi, joint program ini mencatat rekor; memindahkan 73 keluarga dari wilayah hidup mereka di Sangata ke wilayah lain tanpa kompensasi. Empat tahun selanjutnya[7] 20 keluarga tak berdaya ketika 32 hektar lahan mereka kini berubah jadi tegakan bangunan untuk menyimpan batubara. KPC memiliki hubungan erat dengan Abu Rizal Bakrie, salahsatu konglomerat di Indonesia, Ketua partai Golongan Karya Indonesia dan kini menjadi bagian dari penggerak roda Pemerintahan Indonesia. Abu Rizal Bakrie juga disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kasus Lapindo di Indonesia.
Ini kasus banjir lumpur panas di 16 desa Jawa Timur yang telah terjadi sejak 2006, dan memutuskan mata rantai ribuan warga sekitar dengan ekonomi, kehidupan sosialnya dan membuat stasiun-stasiun televisi di Indonesia menayangkan tangisan warga yang menuntut rumahnya di tegakkan, atau anak-anaknya di pikirkan. Tapi dibagian mana diantara banjir lumpur rumah itu bisa tegak?
***
