Ketua PMI Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Saleh, mengucapkan terima kasih kepada JK dan para pengurus PMI dari 17 kabupaten/kota yang hadir dalam pelantikan. Ia berharap PMI dapat terus maju dan berkontribusi lebih besar dalam kemanusiaan.
“Tantangan yang kita hadapi semakin kompleks, sehingga kolaborasi antara PMI, pemerintah, dan masyarakat sangat penting,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Sekda Asrun Lio, mengatakan bahwa PMI dibentuk sebagai respons terhadap kondisi darurat akibat perang dan berfungsi sebagai simbol harapan serta solidaritas masyarakat.
Ia berharap bahwa PMI harus tetap tanggap dan efektif dalam menghadapi bencana dan situasi darurat lainnya.
Asrun juga mengingatkan bahwa dengan 2,7 juta penduduk di Sulawesi Tenggara, kebutuhan akan darah mencapai sekitar 55.710 kantong setiap tahunnya. Ia pun menyoroti berbagai hambatan yang dihadapi PMI dalam menyediakan darah, seperti keterbatasan sarana dan prasarana.
