"Kami membeli telur udang di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan untuk ditetaskan di BBI. Harga benih senilai Rp 350. Karena relatif murah, banyak petani tambak tidak kebagian," ucapnya.
Selain memudahkan petani, kata Muhsin, penjualan benih udang tersebut juga mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan, target yang dipatok per tahunnya jauh melapaui angka yang telah ditetapkan.
"Hasil panen petani rata-rata dijual ke Makassar, dan saat ini penambak di Kolaka Utara cenderung membudidayakan udang. Selain cepat panen juga mendatangkan untung yang lebih besar," tukasnya.
Diketahui selain udang, Dinas Perikanan Kolaka Utara tahun 2021 lalu berencana membangun BBI ikan air tawar di Desa Kasumeeto, Kecamatan Pakue.
Zakaria Bakrie yang saat itu menjabat sebagai Kadis Perikanan telah melakukan survei ke beberapa desa setelah itu memilih Desa Kasumeeto.
