KENDARI, TELISIK.ID - Badan PBB untuk Dana Kependudukan (UNFPA) dan mitranya memprediksi akan ada 7 juta kasus kehamilan tidak dikehendaki dalam 6 bulan ke depan selama pandemi virus COVID-19.

Hal ini terjadi akan akibat lockdown yang diterapkan di sejumlah negara di dunia sehingga para wanita kesulitan mengakses layanan Keluarga Berencana (KB).

Selain itu juga mayoritas wanita juga urung melakukan tindakan medis KB, lantaran takut tertular COVID-19.

“Data baru ini menunjukkan dampak yang segera menimpa perempuan (dewasa) dan anak di seluruh dunia,” kata Direktur Eksekutif UNFPA, Natalia Kanem, seperti dilansir tempo.co, Kamis (30/4/2020).

Secara global, ada sekitar 450 juta wanita di 114 negara berpendapatan rendah dan menengah menggunakan alat kontrasepsi.