Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Kota Kendari Jadi 31 Kasus, Dua Tambahan Baru

Oleh sebab itu, Natalia mengatakan kalau jutaan perempuan di dunia akan berisiko tak bisa merencanakan KB maupun melindungi tubuh dari kesehatan akibat pandemi virus Corona ini.

Bahkan jika layanan kesehatan masih mengalami gangguan dan lockdown berlanjut selama 6 bulan, akan ada sekitar 47 juta perempuan di 114 negara tersebut berpotensi tidak bisa mendapat mengakses alat kontrasepsi modern.

Tak hanya kasus kehamilan, kekerasan berbasis gender dan praktik membahayakan lainnya juga diprediksi melonjak sampai jutaan kasus.

Diperkirakan ada 31 juta kasus tambahan kekerasan berbasis gender dalam 6 bulan.