JAKARTA, TELISIK.ID - Jutaan orang kembali suarakan gerakan #ReformasiDikorupsi muncul sebagai gelombang protes dari rakyat yang tak setuju dengan kebijakan DPR untuk mengesahkan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial.

Saat ini tak hanya ribuan mahasiswa dan butuh turun ke jalan, tapi jutaan orang juga bersuara lewat media sosial, termasuk Petisi Online menyampaikan aksi penolakan atas RUU kontroversial yang dibahas oleh wakil rakyat di Senayan kembali menjadi perhatian publik.

Dari mulai disahkannya RUU Minerba yang oleh masyarakat sipil dinilai berpotensi melindungi koruptor di sektor tambang, dikeluarkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dari daftar Prolegnas 2020, hingga pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law ramai diperbincangkan di jagat maya.

Aspirasi masyarakat merespon kebijakan-kebijakan para wakil rakyat di DPR tersebut terlihat dari petisi-petisi yang muncul di laman Change.org, dalam sebuah laman khusus bertajuk gerakan #ReformasiDikorupsi.

Petisi-petisi tersebut merupakan respon publik terkait RUU kontroversial yang muncul dalam beberapa bulan terakhir dan sebagian merupakan kelanjutan dari gerakan yang sudah dimulai sebelumnya. Petisi mendapatkan banyak respon dari para pendukungnya.