Ketika Telisik.id berkunjung ke laman Change.org terutama sebuah laman khusus bertajuk gerakan #ReformasiDikorupsi pada Kamis (16/7/2020), pukul 16.40 WIB, petisi tersebut telah ditanda tangani 2.884.841 orang.

Tagar-tagar petisi seperti #AtasiVirusCabutOmnibus #SahkanRUUPKS #StopObralTanah dan #GagalkanOmnibusLaw ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca juga: Didemo, Wakil Ketua DPR: Tak Ada Pengesahan RUU HIP dan Omnibus Law

“Hampir 8 bulan sejak kita turun ke jalan September 2019 lalu. Sekarang, reformasi (masih) dikorupsi. Di tengah pandemi, para wakil rakyat di Senayan getol membahas sejumlah RUU kontroversial yang sarat kepentingan bisnis, walaupun sudah diprotes di sana sini,” kata Asep Komarudin, pembuat petisi #AtasivirusCabutOmnibus.

“Nggak cuma buruh yang terancam. Kita semua, termasuk petani, nelayan dan masyarakat adat akan dirugikan kalau RUU ini disahkan, karena RUU ini lebih banyak mengakomodasi kepentingan kelompok pemodal besar dan mendiskriminasi hak-hak rakyat kecil,” kata Komite Nasional Pembaruan Agraria, pembuat petisi #StopObralTanah