“Persoalan sampah ini, selain karena kurangnya kesadaran, juga disebabkan oleh minimnya armada pengangkut. Armada yang ada kondisinya sudah sangat tua dan tidak laik jalan,” kata Yakup.
Meski demikian, pihak DLH Muna terus berupaya mengatasi masalah ini dengan melakukan pengangkutan sampah setiap hari di dalam kota.
Untuk sampah yang ada di kanal By Pass, Yakup menjelaskan, selain menjadi tanggung jawab DLH, juga menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Untuk mengatasi persoalan sampah, dibutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat. Kami di DLH tidak akan tinggal diam dan terus melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tambahnya. (C)
Penulis: Sunaryo
