Bayi di bawah usia satu tahun dan balita menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena saluran pernapasannya masih berkembang. Selain anak-anak, lansia dan ibu hamil juga perlu membatasi paparan udara tercemar untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Gejala ISPA pada anak dapat berupa pilek, radang tenggorokan, batuk, dan demam. Namun, gejala tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa penyakit disebabkan oleh kabut asap. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Anak dengan riwayat asma atau alergi juga membutuhkan perhatian lebih. Paparan asap dan polusi udara dapat memicu kekambuhan asma, sehingga orang tua perlu memastikan obat tetap tersedia dan digunakan sesuai petunjuk dokter.
Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas anak di luar ruangan sebaiknya dibatasi. Orang tua juga dapat memantau informasi kualitas udara untuk menentukan langkah perlindungan yang diperlukan.
Untuk mengurangi paparan polutan, masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap berada di luar rumah. Jika tersedia, penjernih udara dengan filter yang sesuai dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
