Masyarakat juga perlu menghindari pembakaran sampah dan paparan asap rokok di dalam rumah. Kebersihan lingkungan dapat dijaga dengan mengepel lantai atau membersihkan permukaan menggunakan kain lembap agar debu tidak mudah beterbangan.

Penggunaan masker atau respirator yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel bagi orang dewasa dan anak yang mampu menggunakannya dengan aman. Namun, bayi tidak dianjurkan memakai masker. Perlindungan bagi bayi dilakukan dengan menjauhkannya dari asap dan menjaga lingkungan tetap bersih.

Pemenuhan gizi seimbang juga penting untuk mendukung kesehatan anak. Orang tua dapat memberikan makanan beragam yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan anak. Tidak ada vitamin tertentu yang dapat menjamin seseorang terhindar dari ISPA.

Orang tua juga perlu mengenali tanda bahaya gangguan pernapasan. Pada bayi usia 2-11 bulan, frekuensi napas 50 kali per menit atau lebih tergolong cepat. Sementara itu, pada anak usia 12 bulan hingga lima tahun, frekuensi napas 40 kali per menit atau lebih perlu diwaspadai.

Penghitungan napas sebaiknya dilakukan selama satu menit ketika anak tenang. Selain napas cepat, tanda bahaya lain meliputi tarikan dinding dada ke arah dalam saat menarik napas, bibir atau wajah membiru, serta kondisi anak yang sangat lemas.