Kondisi serupa juga dirasakan Lili, warga yang berada di kawasan Pasar Pelelangan Ikan Sodoha. Ia mengaku terkejut melihat asap yang begitu pekat menyelimuti sekelilingnya, hingga pemandangan ke seberang Teluk Kendari yang biasanya terlihat jelas kini hanya tampak samar dan kabur.
"Saya sampai berhenti sejenak karena takjub sekaligus khawatir. Biasanya dari sini pemandangan ke seberang teluk terlihat jelas, tapi pagi ini semuanya tersamarkan oleh asap yang tebal sekali," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah embun pagi, melainkan kabut asap kiriman dari daerah Maluku, Papua, dan Kalimantan.
"Yang terlihat menyelimuti kota pagi ini bukan embun pagi, melainkan kabut asap kiriman dari daerah Maluku, Papua, dan Kalimantan," ungkap Cornelius Padang.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak memandang enteng kondisi ini. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup rapat jendela, dan menggunakan masker saat keluar rumah. Kabut asap ini dikhawatirkan mengandung partikel berbahaya yang dapat terhirup dan berdampak buruk bagi kesehatan.
