"Sebenarnya, sebanyak 258 titik panas terdeteksi di wilayah Sultra berdasarkan pemantauan satelit pada 25 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, lima titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, tersebar di Kabupaten Bombana sebanyak tiga titik, Konawe satu titik, dan Kolaka Utara satu titik," jelasnya.
Namun, Heri mengingatkan, titik panas ini merupakan anomali suhu yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis menandakan adanya kebakaran. Oleh karena itu, temuan ini perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Heri kemudian menyampaikan prediksi kualitas udara di wilayah Sultra untuk beberapa hari ke depan, mulai dari sedang hingga tidak sehat.
"Kualitas udara diprediksi berkisar antara 15,5 hingga 150,4 mikrogram per meter kubik. Artinya, kualitas udara umumnya berada dalam kategori sedang hingga pada beberapa titik mencapai kategori tidak sehat," ungkapnya.
Wilayah yang diprediksi terdampak kabut asap meliputi Kota Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Muna, Muna Barat, Bombana, Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi, dan Kota Baubau. (C)
