Politisi Golkar yang juga mantan jurnalis ini mengajak seluruh pihak untuk tidak menaruh curiga terhadap TNI. Mengutip hasil survei CSIS, Meutya menyebut kepercayaan publik terhadap TNI menempati urutan pertama yang mencapai poin 91,2 persen.
“Mari kita pisahkan antara kepentingan politik dan proses hukum, antara oknum dan institusi. Sayang sekali jika TNI sampai dibawa-bawa ke dalam isu politik praktis,” harapnya.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyesalkan penganiayaan yang menimpa relawan Ganjar-Mahfud oleh beberapa oknum TNI di depan Markas Kompi Yonif 408/Raider, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu (30/12/2023).
“Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo, karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI,” kata Hasto, Minggu (31/12/2023).
