BATAUGA, TELISIK.ID - Puluhan warga Desa Wambongi, Kecamatan Batuatas, mendatangi kantor Bupati Buton Selatan (Busel). Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan pemalsuan tandatangan dan pemotongan gaji perangkat desa yang dilakukan kepala desa Wambongi, La Ode Basirun.

Kedatangan mereka diterima langsung Asisten Dua Pemerintahan Pemda Busel, La Ode Mpute. Namun dialog tersebut tak menghasilkan kesimpulan. Untuk meredam ketegangan, jalannya dialog diambil alih Sekda Busel, Drs. La Siambo.

Koordinator warga, La Sada, memaparkan, kasus pemotongan honor para perangkat desa ini sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu. Hanya saja mereka baru melaporkan kejadian ini tahun 2018. Alasannya, para warga setempat sudah resah dengan sikap kades tersebut. Apalagi untuk mencairkan honor itu, La Ode Basirun nekat memalsukan tandatangan para perangkat desa.

"Saya juga ini pelapor," singkat La Sada saat ditemui usai pertemuan.

Lambatnya penanganan kasus ini menjadi indikasi kuat terjadinya konspirasi jahat yang dilakukan antara pihak inspektorat Busel, dengan pihak kepolisian Polres Baubau. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian hukum yang diberikan La Ode Basirun. Padahal pihak inspektorat telah beberapa kali memintai keterangan para saksi.