Terkait aksi pengusiran warga terhadap petugas medis berpakaian APD lengkap yang saat itu datang untuk menjemput di beberapa wilayah, ia mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Baca juga: Menuju New Normal, Masjid di Kendari Akan Kembali Dibuka

Dia menuturkan, penolakan warga itu mengindikasikan bahwa masyarakat belum sadar tentang tugas tenaga medis di tengah pandemi  COVID-19 dan betapa bahayanya virus tersebut.

"Warga selalu bilang kepada tenaga medis ‘kalian tidak merasakan apa yang kami rasakan di lokasi karantina’, nah tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 juga wajib di karantina mereka yang menangani pasien  COVID-19 itu tidak pulang ke rumah dan mereka itu dikarantina juga,” ungkap dia.

dr. Ridwan mengaku, sangat memahami aksi penolakan warga tersebut. Namun, dia menilai cara tersebut sangat tidak tepat dilakukan, karena hal itu justru akan membahayakan keselamatan banyak warga.